Pesona Kota Kecil Chiang Rai

Share Button

White Temple

“Mengunjungi Chiang Rai memang tak cukup dalam 1 atau 2 hari saja”

Setelah menjelajah Chiang Mai, saat ini Anda akan diajak mengenal bagian paling utara Thailand, yaitu Chiang Rai. Kota Chiang Rai dibangun pada tahun 1262 dan menjadi akses utama menuju tempat-tempat wisata menarik di bagian utara Thailand, seperti Golden Triangle, Mae Sai dan Sungai Mekong yang sangat terkenal di Thailand.

Bahasa yang digunakan sehari-hari oleh penduduk setempat adalah Bahasa Mandarin karena Chiang Rai memiliki warga dari keturunan etnis China. Tak jarang juga bila Anda menemukan plang nama jalan yang ditulis dalam bahasa Mandarin. Kota Chiang Rai sendiri pada dasarnya tidak terlalu luas, dengan jumlah penduduk sekitar 60 ribu jiwa, Chiang Rai tetap dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang lengkap di pusat kotanya seperti tempat penukaran valuta asing, restoran, ATM, apotek, toko buku sampai supermarket ada di kota kecil ini.

Untuk mencapai Chiang Rai diperlukan jarak sekitar 200 kilometer dari Chiang Mai. Anda tak perlu khawatir, walaupun Chiang Rai dikategorikan sebagai kota kecil tapi infrastruktur transportasi di Chiang Rai sudah sangat baik. Cara termudah yang bisa Anda tempuh untuk sampai ke tempat ini bisa dengan menggunakan bus. Di kota ini terdapat 2 terminal bus, yang pertama terletak di pusat kota dan yang kedua terletak di sebelah selatan pusat kota dengan jarak sekitar 7 kilometer dari terminal yang lama. Kedua terminal ini dihubungkan dengan alat transportasi yang dinamakan songthaew sejenis angkutan / oplet yang berwarna biru yang biasanya berangkat hampir 10 menit sekali. Biaya yang diperlukan sekitar 10 sampai dengan 30 baht untuk sekali rute jalan.

Songthaews Chiang Rai

Untuk memulai perjalanan wisata Anda di Chiang Rai, Anda bisa memulai dengan mengunjungi White Temple atau Wat Rong Khun yang merupakan kuil Buddha yang berwarana putih dengan dihiasi ornamen yang terbuat dari cermin. Pada umumnya bangunan-bangunan vihara di Thailand berwarna keemasan, namun oleh seniman terkenal di Thailand, yaitu Chalermchai Kositpipat kuil ini dibuat berbeda dan jelas pemandangan ini tidak banyak dijumpai di berbagai kuil-kuil di Thailand.

Warna putih yang menjadi warna dominan dari kuil ini, menurut Kositpipat melambangkan kedamaian dan keabadian. White Temple merupakan proyek murni yang digagas oleh Kositpipat tanpa adanya dukungan dana dari pemerintah Thailand. Kositpipat memiliki ambisi ingin menjadikan White Temple sebagai situs warisan dunia dan sebagai symbol tertinggi Thailand. Sampai saat ini, proses pengembangan White Temple terus berjalan, dan diperkirakan akan selesai sampai 60 bahkan 90 tahun lagi, walaupun Kositpipat sekarang telah meninggal dunia. Tapi visi yang mulia ini telah diteruskan oleh tim yang sudah dibentuk oleh Almarhum.

White Temple Chiang Rai

White Temple buka disetiap harinya dari pagi sampai tengah malam, dan untuk bisa masuk ke tempat ini tidak dikenakan biaya. Semua bus dari Chiang Mai yang mengarah ke Chiang Rai akan melewati obyek wisata yang menakjubkan ini. Pasti menjadi pengalaman yang tak terlupakan bila Anda bisa berkunjung ke kuil putih karya Kositpipat .

Masih banyak lagi tempat wisata yang bisa kalian kunjungi di Chiang Rai, seperti Five Hilltribe Villages yang merupakan pusat penampungan 5 suku yang berasal dari Burma yaitu Palong, Lahu-Muser, Akha, Lu Mien-Yao dan Karen. Dan yang paling menarik dari kelima suku ini adalah suku Karen. Yang khas dari suku ini adalah gelang leher yang melingkar di leher mereka membuat kesan leher mereka lebih panjang dari manusia biasanya. Selain terkenal karena panjang lehernya, para wanita suku Karen juga terkenal sebagai penenun terbaik se-Thailand.

Suku Karen

Pada dasarnya yang membuat wanita suku Karen mengenakan gelang leher ini dilatarbelakangi dengan legenda setempat. Pada suatu kali seluruh wanita di sebuah desa mati karena digigit oleh binatang buas seperti macan dan setelah diteliti ternyata bagian leher mereka yang digigit oleh binatang buas tersebut. Oleh sebab itu seluruh wanita Karen diwajibkan memakai gelang leher yang terbuat dari kuningan tersebut guna melindungi mereka dari serangan binatang buas. Gelang leher yang digunakan melingkar di leher wanita suku Karen beratnya hampir belasan kilogram.

Mengunjungi Chiang Rai memang tak cukup dalam 1 atau 2 hari saja, karena masih banyak tempat-tempat yang tak kalah menarik yang sebenarnya masih jarang orang mengetahuinya, seperti Mae Chan yang merupakan tempat penampungan terbesar suku Karen, Mae Sai, Golden Triangle, Chiang Saen, dan lain-lainnya. Tunggu ulasannya dalam artikel Ezytravel.co.id selanjutnya.

Posted by: Ezytravel

Pemesanan tiket pesawat ke Bangkok dan paket wisata dari Ezytravel

Anda tertarik untuk menjelajahi tempat-tempat wisata di Chiang Rai? Kami bisa membantu untuk merencanakan liburan Anda dengan layanan pemesanan tiket pesawat ke Bangkok.

Di Ezytravel, kami melayani pemesanan paket wisata domestikpaket wisata internasionalpaket honeymoonpaket tour, selain itu kami juga menawarkan tiket pesawat murah domestik dan internasional, serta reservasi hotel untuk Anda.

Untuk pemesanan dan informasi lengkap, segera hubungi kami di (021) 231 6306, email ke dwionline@dwidayatravel.com.

125 Total Views 2 Views Today


About

Si Timur Si TIket MURah dari Ezytravel™ Penguin yang baik hati, Pandai dan suka Traveling yang selalu membawakan Tiket Pesawat Murah, Hotel Murah, Paket Tour Murah dan Cruise Murah. Setiap Si Timur muncul di setiap email Anda maka Ezytravel akan memberikan Harga Termurah untuk semua tiket. Untuk mempermudahkan Anda silahkan hubungi Si Timur Ezytravel 24 Jam di ☏ 500-833.


'Pesona Kota Kecil Chiang Rai' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

All Rights Reserved ©2014 Ezytravel.co.id